.

.

Tugas Fahlen.F (224106047)

by arya | November 19, 2008 | In Uncategorized No Comments

Evaluasi Kapasitas Daya Tampung Gudang Terhadap Perkembangan Jumlah Barang Impor Pada PT. Dwipahasta Utamaduta di Jakarta Tahun 2005 – 2007”.

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Perkembangan lalu lintas barang yang didistribusikan melalui angkutan laut selama dua tahun terakhir mengalami peningkatan yaitu pada tahun 2005 sebesar kurang lebih 145 juta ton untuk angkutan dalam negeri, walaupun beberapa tahun sebelumnya cenderung menurun. Untuk muatan luar negeri pada angkutan periode yang sama sebesar kurang lebih 443 juta ton, yang mana pada dua tahun terakhir meningkat sebesar 4% per tahun, demikian juga perkembangan volume petikemas sekitar 30% lalu lintas barang untuk perdagangan luar negeri merupakan barang petikemas (Kompas, Minggu 13 Februari 2005). Hal di atas menunjukkan pula kegiatan penanganan di pelabuhan cukup besar atau cukup sibuk sesuai dengan fungsi utama pelabuhan sebagai gerbang utama perekonomian. Lokasi pelabuhan Tanjung Priok merupakan lokasi yang strategis dan merupakan pelabuhan yang kegiatan operasionalnya lebih besar dibanding pelabuhan-pelabuhan lainnya.

PT. Dwipahasta Utamaduta merupakan sebuah perusahaan bongkar muat nasional yang kegiatan usahanya meliputi, jasa pelayanan bongkar muat general cargo, petikemas atau cargo lainnya, jasa pelayanan penyimpanan atau penumpukan general cargo, petikemas atau cargo lainnya serta jasa pelayanan penyerahan atau penerimaan general cargo, petikemas atau cargo lainnya kepada pemilik.

Perkembangan petikemas yang meningkat dari tahun ke tahun, menyebabkan distribusi petikemas yang tidak teratur, di samping kapasitas gudang penumpukan yang tidak sesuai dengan perkembangan jumlah barang yang diimpor.

Salah satu dukungan kelancaran distribusi petikemas impor, adalah dukungan dari kelancaran prosedur penanganan dokumen impor. Faktor profesionalisme sumber daya manusia yang mengelola dan mengurus dokumen impor, termasuk koordinasi yang baik dengan pihak terkait sangat penting guna tercapainya kelancaran distribusi petikemas impor.

Oleh karena itu masalah penanganan dokumen barang impor di atas menjadi dasar penelitian ini guna penulisan skripsi dengan judul “Evaluasi Kapasitas Daya Tampung Gudang Terhadap Perkembangan Jumlah Barang Impor Pada PT. Dwipahasta Utamaduta di Jakarta Tahun 2005 – 2007”.

B. Perumusan Masalah

1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tesebut di atas, peneliti menemukan beberapa masalah, yaitu:

a. Persaingan bisnis perusahaan bongkar muat saat ini yang cukup tinggi.

b. Terjadinya penurunan distirbusi petikemas impor yang ditangani oleh PT. Dwipahasta Utamaduta.

c. Terbatasnya daya tampung gudang pada PT. Dwipahasta Utamaduta di Jakarta tahun 2005 – 2007.

d. Ketidakseimbangan kapasitas daya tampung gudang terhadap perkembangan jumlah barang impor pada PT. Dwipahasta Utamaduta di Jakarta.

2. Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah maka masalah dalam penelitian ini dibatasi pada evaluasi kapasitas daya tampung gudang terhadap perkembangan jumlah barang impor pada PT. Dwipahasta Utamaduta di Jakarta tahun 2005–2007.

3. Pokok Masalah

Adapun pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah :

a. Bagaimana kapasitas daya tampung gudang pada PT. Dwipahasta Utamaduta Jakarta tahun 2005 – 2007?

b. Bagaimana perkembangan jumlah barang impor pada PT. Dwipahasta Utamaduta Jakarta tahun 2005 – 2007?

c. Bagaimana keseimbangan kapasitas daya tampung gudang terhadap perkembangan jumlah barang impor pada PT. Dwipahasta Utamaduta Jakarta tahun 2005 – 2007?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian

a. Untuk mengetahui kapasitas daya tampung gudang pada PT. Dwipahasta Utamaduta Jakarta tahun 2005 – 2007.

b. Untuk mengetahui perkembangan jumlah barang impor pada PT. Dwipahasta Utamaduta Jakarta tahun 2005 – 2007.

c. Untuk mengevaluasi kapasitas daya tampung gudang terhadap perkembangan jumlah barang impor pada PT. Dwipahasta Utamaduta Jakarta tahun 2005 – 2007.

2. Manfaat Penelitian

a. Untuk Peneliti

Dapat meningkatkan pemahaman dalam keterkaitannya antara penerapan teori yang telah didapat selama masa perkuliahan dengan praktik kerja lapangan .

b. Untuk pengembangan ilmu pengetahuan

Dapat dijadikan referensi bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang manajemen dan sumbangan umum untuk dijadikan tambahan pembendaharaan kepustakaan bagi STMT Trisakti.

c. Untuk Perusahaan

Sebagai bahan informasi atau masukan kepada perusahaan yang diteliti dalam hal pentingnya kapasitas daya tampung gudang terhadap perkembangan jumlah barang impor pada PT. Dwipahasta Utamaduta Jakarta.

D. Metodologi Penelitian

1. Metode Pengumpulan Data

a. Penelitian Lapangan (Field Research)

Pengumpulan data dilakukan dengan jalan mengadakan pengamatan atau tinjauan-tinjauan lapangan pada objek-objek yang diteliti untuk mendapatkan data primer dengan menggunakan beberapa cara yaitu:

1) Observasi

Suatu cara penelitian dengan mengamati langsung ke lokasi perusahaan.

2) Interview

Teknik pengumpulan data yang dikumpulkan dalam bentuk wawancara guna mendapat data yang diinginkan.

b. Penelitian Kepustakaan (Library Research)

Dalam hal ini pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mempelajari buku-buku perpustakaan dan sumber-sumber lainnya diantaranya laporan-laporan bongkar muat PT. Dwipahasta Utamaduta yang ada hubungannya dengan masalah-masalah yang dibahas untuk memperoleh data sekunder dan landasan teoritis yang mendukung penyusunan skripsi ini.

2. Metode Analisis Data

Berdasarkan latar belakang masalah dan pokok permasalahan, maka peneliti menggunakan teknik analisis desktiptif eksploratif, yaitu bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau status fenomena (Arikunto, 1993 : 209). Dalam hal ini penulis hanya ingin mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan keadaan sesuatu. Adapun tahapan yang dilakukan untuk menganalisis data tersebut adalah sebagai berikut :

a. Analisis Trend atau Analisis Horizontal

Analisis untuk membandingkan data kegiatan usaha baik secara absolute maupun dalam bentuk relative atas bagian kegiatan yang ada dengan kegiatan - kegiatan yang telah dicapai dari tahun ke tahun atau periode ke periode. Dari analisis ini akan diperoleh suatu kesimpulan apakah telah telah terjadi kemajuan atau kemunduran dari kegiatan – kegiatan usaha perusahaan yang dinyatakan dengan rumus : (Munawir, 1990 : 38)

n : Tahun Dasar

b. Analisis Rasio

Untuk menganalisis rasio antara pemakaian kapasitas daya tampung gudang dan perkembangan jumlah barang impor, digunakan rumus sebagai berikut :

PrWy =

Keterangan :

a. Mt : Jumlah barang impor rata-rata per semester

b. My : Jumlah barang impor dalam periode n bulan.

c. n : Jumlah n penelitian

d. PrWy : Rasio Pemakaian Kapasitas Daya Tampung Gudang

e. CRn : Kapasitas daya tampung gudang

E. Sistematika Penulisan

Untuk memudahkan penulisan karya ilmiah/skripsi, maka kerangka penelitian ini disajikan dengan sistematika sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Dalam bab ini penulis menguraikan secara umum latar belakang masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metodologi penelitian serta sistematika penulisan .

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini berisi teori-teori dan pengertian manajemen produksi dan operasi, pengertian kapasitas, pengertian gudang, pengertian bongkar muat, pengertian barang, pengertian petikemas, pengertian impor, pengertian jasa.

BAB III GAMBARAN UMUM PT. DWIPAHASTA UTAMADUTA

Dalam bab ini berisikan mengenai sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi dan manajemen serta kegiatan usaha .

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Bab ini menjelaskan analisis kapasitas daya tampung gudang, analisis perkembangan jumlah barang impor, analisis rasio antara kapasitas daya tampung gudang dan perkembangan jumlah barang impor PT. Dwipahasta Utamaduta.

BAB V PENUTUP

Dalam bab ini dimuat kesimpulan dan saran yang merupakan uraian singkat yang diambil dari hasil penelitian dan pembahasan serta sumbangan pemikiran berupa saran yang didapat dari hasil penelitian.

Tugas Anditia (224106074)

by arya | November 19, 2008 | In Uncategorized 2 Comments

“ANALISIS PENGARUH STATUS KARYAWAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN CHECK – IN COUNTER PADA PENUMPANG GARUDA INDONESIA TAHUN 2008”.

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Bagi setiap perusahaan, karyawan adalah asset yang sangat berharga, karena karyawan menjadi perencana dan pelaku aktif dari setiap aktivitas perusahaan. Perusahaan penerbangan menghasilkan produk berupa jasa penerbangan, sebagian besar karyawannya berinteraksi langsung dengan penumpang. Maka itu jika gairah kerja karyawan tersebut menurun akan mempengaruhi hasil pelayanan yang diterima oleh penumpang.
Ada dua hal yang harus dilakukan untuk membangan hubungan yang baik dengan penumpang, pertama, kita harus menyukai penumpang. Dalam bisnis pelayanan, berinteraksi dengan penumpang sangat penting, maka itu harus melayani dengan tulus dan ihlas. Karena pelayanan yang benar adalah pelayanan yang bias dinikmati oleh kedua belah pihak, yaitu penumpang dan pihak yang memberi jasa.
Kedua, harus melihat pekerjaan sebagai panggilan bukan sekedar tugas. Bukankah tujuan hidup manusia di dunia ini untuk melayani orang lain? Pekerjaan di perusahaan airline bukan “menerbangkan orang dari satu tempat ke tempat yang lain” tugas yang sebenarnya “melayani orang lain (penumpang)”. Orang yang memahami tujuan hidupnya untuk melayani, senantiasa memberi. Dengan demikina apapun yang kita dapat sebagai imbalan adalah konsekuensi dari perbuatan ‘memberi’ yang kita lakukan.
Salah satu upaya untuk memelihara dan meningkatkan semangat kerja karyawan adalah status karyawan. Perusahaan Garuda Indonesia adalah perusahaan besar yang memiliki banyak sekali karyawan. sejak tahun … perusahaan Garuda Indonesia kurang membuka peluang pada calon karyawan untuk menjadi karyawan tetap, perusahaan Garuda Indonesia lebih memilih menggunakan karyawan kontrak.
Semua karyawan tetap Garuda Indonesia mendapat berbagai kompensasi dan fasilitas yang tidak bisa dinikmati oleh karyawan kontrak. Dengan alasan menekan biaya yang seharusnya perusahaan keluarkan untuk kesejahteraan karyawan, maka perusahaan Garuda Indonesia mengambil keputusan menggunakan karyawan kontrak yang tidak perlu diberi kompensasi dan fasilitas seperti karyawan tetap.
Tugas karyawan check – in counter adalah memriksa tiket dan bagasi yang dibawa penupang. Pelayanan ini langsung berinteraksi pada penumpang maka, keramahtamahan menjadi hal penting dalam pelayanan check – in counter. Bisa dibayangkan jika karyawan ini kurang bersemangat saat memberikan pelayanan pada penumpang.
Hal ini dirasa kurang adil, karena sering sekali karyawan kontrak dan karyawan tetap mendapatkan tugas yang sama. Ketidak adilan ini bisa mempengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan pada penumpang. Maka penulis mengambil judul “ANALISIS PENGARUH STATUS KARYAWAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN CHECK – IN COUNTER PADA PENUMPANG GARUDA INDONESIA TAHUN 2008”.

B. Perumusan Masalah
Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang masalah status karyawan yang bisa mempengaruhi kualitas pelayanan check – in counter. Adapun identifikasi masalahnya adalah:
a. Masalah kualitas pelayanan check – in counter.
b. Masalah status karyawan PT Garuda Indonesia.
c. Masalah penyetaraan kompensasi dan fasilitas yang diterima karyawan.
d. Masalah tugas yang dibebankan pada setiap karyawan.
e. Masalah pengaruh status karyawan terhadap kualitas pelayanan check – in counter.
Batasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dijabarkan diatas, penelitian ini dibatasi pada masalah pengaruh status karyawan terhadap kualitas pelayanan check – in counter pada penumpang Garuda Indonesia tahun 2008.
Pokok Permasalahan
Untuk mengetahui pengaruh status karyawan terhadap kualitas pelayanan check – in counter pada penumpang Garuda Indonesia tahun 2008, maka pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah:
Bagaimana pengaruh status karyawan terhadap kompensasi dan fasilitas perusahaan.
Bagaimana kualitas pelayanan yang diberikan karyawan kontrak.
Apakah ada pengaruh status karyawan terhadap kualitas pelayanan check – in counter.

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah:
Untuk mengetahui kualitas pelayanan check – in counter pada penumpang Garuda Indonesia.
Untuk mengetahui pengaruh status karyawan terhadap pelayanan check – in counter pada penumpang Garuda Indonesia.
Untuk mengetahui kompensasi yang diterima karyawan kontrak.
2. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian adalah sebagai berikut:
Bagi Peneliti,
Dalam hubungan dengan penyelesaian studi diharapkan dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan serta mampu mempraktekkan teori-teori yang telah di dapat selama mengikuti pendidikan.
Bagi Masyarakat dan Kampus,
Dapat digunakan sebagai informasi tambahan dan sumbangan ilmu pengetahuan, serta dapat dijadikan tambahan pembendaharaan perpustakaan bagi Sekolah Tinggi Manajemen Transport Trisakti.
Bagi Perusahaan,
Dapat digunakan sebagai bahan acuan serta sumbangan pemikiran di dalam mengambil suatu keputusan perusahaan yang lebih bijaksana dimasa yang akan datang.

D. Hipotesis
Adapun hipotesis penelitian adalah di duga ada pengaruh antara status karyawan dengan pelayanan check – in counter pada penumpang Garuda Indonesia. Artinya apabila status karyawan disetarakan maka pelayanan check – in counter pada penumpang Garuda Indonesia akan meningkat. Karena status karyawan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan check – in counter pada penumpang.

E. Metode Penelitian
1. Jenis dan Sumber Data
Jenis data penelitian ini adalah data kualitatif dalam bentuk angket dan data kuantitatif dalam bentuk skor dari jawaban angket. Sedangkan untuk sumber data yang digunakan adalah data primer yaitu data-data yang diperoleh dari perusahaan yang bersangkutan berupa laporan dan dokumen.
2. Populasi dan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya, dan populasi disini adalah jumlah karyawan Garuda Indonesia secara keseluruhan yang rata-rata berjumlah 500 orang. Sedangkan sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Dikutip oleh Suharsimi Arikunto (2002:112) jika jumlah subjeknya besar dapat diambil antara 10-15% dari jumlah populasi, jadi sampel disini merupakan jumlah karyawan yang dipilih secara acak, sebanyak … karyawan.

3. Metode Pengumpulan Data
Adapun metode yang dilakukan oleh penulis dalam menunjang hasil penelitian yaitu:
Riset Lapangan (field research)
Metode penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan data yang diperlakukan secara langsung dari objek penelitian atau perusahaan yang diteliti. Dalam memperoleh data tersebut penulis menggunakan teknik pengumpulan data, yaitu:
1) Pengamatan secara langsung (observasi), wawancara (interview) secara lisan kepada pihak-pihak yang berwenang dalam memberikan data dan keterangan-keterangan yang berhubungan dengan masalah yang akan dibahas.
2) Survey melalui kuesioner yang akan dibagikan kepada 50 orang responden yang dimbil secara acak dari … orang karyawan check – in counter.
Riset Kepustakaan (library research)
Melalui riset kepustakaan ini diperoleh data sekunder. Data semacam ini diperoleh melalui buku-buku acuan, literature, text book, dan sumber lain yang berhubungan dengan variable penelitian yang dibutuhkan dalam penulisan skripsi ini.
Metode Analisis Data
Penulis melakukan analisis pengaruh antara status karyawan terhadap kualitas pelayanan check – in counter pada penumpang Garuda Indonesia. Dalam rangka menganalisa data dari dua variable yang ada, yaitu status karyawan (X) dan kualitas pelayanan check – in counter pada Penumpang (Y). Maka penelitian ini menggunakan teknik analisis data 2 variabel, dengan menggunakan metode statistik.

Prosentase : frequensi jawaban ?Y - b ?X
Prosentase = ????——— x 100%
total jawaban

Y = a+bX

Dimana:
Y = Variabel Terikat a = Bilangan tetap
X = Variabel Bebas b = Koefisien regresi
Untuk mencari nilai a dan b
?Y - b ?X
a = ????———
n

n - ?XY ? (?X) . (?Y)
b = ——————————
n - ?X² ? ( ?X )²

Analisis Koefisien Korelasi
Koefisien korelasi merupakan indeks atau bilangan yang digunakan untuk mengukur keeratan (kuat, lemah, atau tidak ada) hubungan antar variabel. Koefisien korelasi memiliki nilai antara –1 dan +1 (-1 ? r ? +1) yang artinya:
a. Jika r = -1 atau mendekati -1, maka hubungan antara kedua variabel tersebut dinyatakan sangat kuat tetapi negatif.
b. Jika r = +1 atau mendekati +1, maka hubungan antara kedua variabel tersebut dinyatakan sangat kuat tetapi positif.
c. Jika r = 0 atau mendekati 0, maka tidak ada hubungan antara kedua variable atau hubungan sangat lemah.
4. Kesimpulan:
Jika thitung dianalisa > ttabel (thitung >ttabel) maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya hubungan X dan Y signifikan. Dan apabila thitung < ttabel maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya hubungan X dan Y tidak signifikan.

F. Sistematika Penulisan
Adapun materi skripsi yang dibahas ini dibagi 5 (lima) bab, dengan sistematika penulisan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan tentang latar belakang permasalahan, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian, hipotesis, dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini memberikan uraian secara sistematis tentang variabel penelitian yaitu pengertian jasa, jasa angkutan, pelayanan chck - in counter dan kepuasan penumpang.

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Bab ini berisi tentang hal-hal yang mencakup sejarah perusahaan, manajemen dan organisasinya serta kegiatan perusahaan.
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisi data mengenai analisis hubungan status karyawan dengan kualitas pelayanan check – in counter pada penumpang Garuda Indonesia tahun 2008.
BAB V PENUTUP
Bab ini merupakan bab terakhir, yaitu kesimpulan dari bab IV serta penyampaian saran-saran oleh penulis kepada PT Garuda Indonesia yang mungkin bermanfaat bagi perusahaan.

Tugas Septa.N (224106378)

by arya | November 19, 2008 | In Uncategorized No Comments

“PENGARUH PERENCANAAN KARIER TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PT. KERETA API INDONESIA DAOP 1 JAKARTA TAHUN 2007”.

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Pada era globalisasi sekarang ini dibutuhkan tenaga – tenaga yang handal, pilihan dan professional sebagai salah satu pilar penunjang pertumbuhan suatu negara. Untuk itu dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas sebagai rangkaian upaya untuk mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya, dalam cakupan manusia se  bagai insan ataupun sebagai sumber daya yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah - pisahkan.
Manusia sebagai sumber daya yang memiliki etos kerja yang produktif, keterampilan yang handal, kreatifitas yang mumpuni, disiplin yang terjaga serta profesionalisme yang terpercaya serta memliki kemampuan memanfaatkan, mengembangkan, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi maupun kemampuan manajemen.
Dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia pada PT. Kereta Api Indonesia (PT.KAI), secara umum dapat dibagi menjadi dua jalur yaitu : Struktural (Managerial) dan Fungsional (Teknis). Namun demikian jalur – jalur tersebut tidak membatasi seseorang untuk terpaku pada salah satu jalur dalam pengembangan dirinya.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui jalur struktural (managerial) sangat diperlukan wawasan yang luas pada para pengambil keputusan, perumus kebijakan dan pengelola program, selain itu perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan penilaian program.
Masalah manusia adalah sebuah masalah yang universal, sehingga sumber daya manusia dalam jalur struktural (managerial) harus mampu mendorong kerja sama secara bilateral maupun multilateral pada tingkat regional maupun global ke arah pengembangan sumber daya manusia yang bertumpu pada kemandirian nasional dan kepentingan bersama.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui jalur fungsional (teknis) dilakukan melalui berbagai jenjang pendidikan dan latihan khususnya pada jenjang D3 (diploma tiga) sampai dengan S2 (strata dua) agar dapat berorientasi dan beradaptasi dengan irama perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta berpegang teguh pada etika profesi.
Mengingat betapa pentingnya pengembangan sumber daya manusia tersebut maka peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dilakukan oleh PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI) dilakukan melalui jenjang pendidikan khusus sebagai syarat utama bagi seorang calon pegawai kereta api yang berkualitas.
Masalah perencanaan karier terkait sekali dengan permasalahan kepuasan kerja karyawan, karena sebagaimana kita ketahui bahwa seluruh manusia ingin kariernya meningkat secara terus menerus sampai pada titik puncak. Namun tidak semua orang yang berhasil sampai pada titik puncak yang diinginkan.
Penyebab permasalahan di atas cukup kompleks baik ditinjau dari dalam diri orang tersebut, lingkungan pekerjaan ataupun aturan perusahaan yang membuat dirinya merasa puas ataupun tidak puas dalam bekerja.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis merasa tertarik untuk mengkaji lebih dalam dan mengemukakan dalam bentuk sebuah skripsi atau karya tulis ilmiah dengan judul : “PENGARUH PERENCANAAN KARIER TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PT. KERETA API INDONESIA DAOP 1 JAKARTA TAHUN 2007”.

Perumusan Masalah
1.    Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penulis mengidentifikasikan permasalahan sebagai berikut :
Kesempatan karier yang diberikan PT. KAI.
Tahapan karier fungsional yang dimiliki PT.KAI.
Tahapan kenaikan jabatan dari fungsional ke struktural.
Prosedur pemilihan karyawan untuk kenaikan golongan.
e.    Perencanaan karier yang dilakukan oleh PT. KAI.
f.    Program penilaian karier yang dilakukan oleh PT.KAI.
Kenaikan gaji secara berkala yang diterima karyawan PT. KAI.
Perhatian PT. KAI terhadap karyawan yang berprestasi.
Pengaruh perencanaan karier terhadap kepuasan kerja karyawan di PT. KAI.
2.   Batasan masalah
Berdasarkan identifikasi permasalahan yang diuraikan di atas dan untuk tidak meluasnya permasalahan yang akan di bahas, maka penulis membatasi masalah yaitu hanya mengenai pengaruh perencanaan karier terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta Tahun 2007.

3.   Pokok Permasalahan
Berdasarkan batasan masalah di atas, maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut :
a.    Bagaimana perencanaan karier pada PT. Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta ?
b.    Bagaimana kepuasan kerja karyawan pada PT. Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta ?
c.    Apakah ada pengaruh antara perencanaan karier dengan kepuasan kerja karyawan pada PT. Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta ?

Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.   Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai oleh penulis sejalan dengan masalah yang telah dirumuskan tersebut di atas, yaitu :
a.    Untuk mengetahui bagaimana perencanaan karier pada PT. Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta.
b.    Untuk mengetahui bagaimana kepuasan kerja karyawan pada PT. Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta.
c.    Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh perencanaan karier dengan kepuasan kerja karyawan pada PT. Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta.
2.   Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah :
a.    Bagi penulis.
Menambah wawasan dan pengetahuan penulis mengenai kegiatan perencanaan karier yang dilakukan oleh PT. Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta dan sejauh mana kepuasan kerja karyawan terhadap perencanaan karier yang mereka jalankan. Serta sebagai salah satu syarat untuk meraih gelar S1 di Sekolah Tinggi Manajemen Transpor Trisakti.
b.    Bagi perusahaan.
Memberi masukan – masukan pada perusahaan yang pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah dalam meningkatkan kepuasan kerja karyawan dan pelaksanaan perencanaan karier yang sudah dijalankan.
c.    Bagi Lembaga STMT Trisakti dan Masyarakat
Menambah bahan bacaan untuk mahasiswa dan masyarakat tentang      pelaksanaan perencanaan karier dan kepuasan kerja pada PT. Kereta Api
Indonesia Daop 1 Jakarta.

Metodologi Penelitian
2.      Jenis dan Sumber Data
Jenis dan sumber data dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk angka diperoleh dari tulisan – tulisan dan data tertulis dari perusahaan. Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka dan skor dari jawaban angket.
3.    Populasi dan Sampel
a.    Populasi
Populasi adalah keseluruhan anggota dari suatu objek yang menjadi perhatian. Objek merupakan suatu benda, apakah benda itu hidup atau mati. Yang menjadi populasi penelitian adalah seluruh karyawan PT. Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta yang berjumlah 500 karyawan.
b.    Sampel
Data dikumpulkan dengan cara mengambil sampel secara acak atau   dengan kata lain disebut sampling. Sampel penelitian meliputi sejumlah elemen (responden) yang lebih besar dari persyaratan minimum sebanyak 30 elemen (responden) yaitu karyawan Kasi SDM PT. Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta. Menurut Guilford 1987, dalam buku (J. Supranto, 2006: 239) dimana semakin besar sample (makin besar nilai n = banyaknya elemen sample) akan memberikan hasil yang lebih akurat.

3.   Metode Pengumpulan Data
Adapun cara yang digunakan untuk pengumpulan data adalah sebagai berikut:
Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Suatu penelitian dan pengumpulan data dengan cara membaca literatur -  literatur dan tulisan ilmiah lainnya yang ada hubungannya dengan pembahasan penulisan ini.

Penelitian Lapangan (Field Research)
Teknik pengumpulan data dengan cara mendatangi langsung obyek yang diteliti di lokasi atau lapangan, di mana data itu diperoleh dengan cara :
1)    Wawancara (Interview).
Wawancara merupakan salah satu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara bertanya langsung (interview) dengan karyawan PT. Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta secara lisan.
2)    Pengamatan (Observasi).
Pengamatan merupakan salah satu metode yang dilakukan oleh peneliti terhadap objek penelitiannya. Dalam melakukan eksperimen dapat berupa lembar pengamatan, panduan pengamatan, dan lainnya.
3)    Angket (Questioner).
Angket merupakan alat pengumpulan data yang diajukan pada responden secara tertulis. Data yang ingin dikumpulkan tersebut di jabarkan dalam bentuk pertanyaan tertulis dan responden memberikan jawaban secara tertulis.

Teknik Analisis Data
a.    Skala Likert
Untuk merubah jawaban responden yang bersifat kualitatif menjadi kuantitatif akan digunakan Skala Likert dengan lima anak tangga sebagaimana yang dikemukakan oleh J. Supranto (2006 : 240).
Untuk perencanaan karier dan kepuasan kerja akan diberikan lima penilaian dengan bobot nilai sebagai berikut :
Tabel I.1
Bobot / Penilaian

PERINGKAT    INDIKATOR    BOBOT NILAI
A    Sangat setuju    5
B    Setuju    4
C    Kadang – kadang    3
D    Tidak setuju    2
E    Sangat tidak setuju    1

Angket akan di sebarkan kepada para responden yang dipilih secara acak yang mewakili populasi yang ada di perusahaan tempat penulis melakukan penelitian. Responden yang dipilih diusahakan mewakili seluruh populasi dari segala segi baik itu jenis kelamin, kepangkatan, usia, tingkat pendidikan dan faktor – faktor lainnya yang dianggap berpengaruh signifikan terhadap hasil penelitian.
b.    Analisis Regresi Linear Sederhana
Analisis regresi linear sederhana merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan proporsional antara dua variabel atau lebih. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan analisis regresi linear sederhana karena variabel yang diteliti hanya terdiri dari dua variabel. Penulisan analisis regresi linear sederhana bertujuan untuk mengetahui sejauh mana variabel X yaitu perencanaan karier mempengaruhi variabel Y yaitu kepuasan kerja karyawan. Penulis menggunakan analisis regresi linear sederhana yang dikemukakan oleh J. Supranto (1992 : 229) yang dinyatakan dalam bentuk persamaan :
Y = a + bX
Dimana :
X = Variabel bebas, dalam hal ini perencanaan karier
Y = Variabel terikat, dalam hal ini kepuasan kerja
a  =  konstanta
b  = koefisien regresi
Untuk mencari a dan b dipergunakan rumus:
a =  - b
b =

Analisis Koefisien Korelasi
Analisis koefisien korelasi merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara perencanaan karier sebagai variabel X dan kepuasan kerja karyawan sebagai variabel Y. Untuk menghitung nilai koefisien korelaasi (r) penulis menggunakan rumus :
r =
Dimana :
r     = Koefisien korelasi
X    = Variabel bebas, dalam hal ini perencanaan karier
Y    = Variabel terikat, dalam hal ini kepuasan kerja
n    = Jumlah sample
(Sumber : J. Supranto, (1992:196)
Nilai koefisien korelasi terletak antara -1 sampai 1 atau (-1 < r + 1) dengan penafsiran sebagai berikut :
1)    Jika r sama dengan -1 atau mendekati -1, maka korelasi antara kedua                  variabel tersebut sangat kuat dan tidak searah (negatif).
2)    Jika r sama dengan 1 atau mendekati 1, maka korelasi antara kedua variabel tersebut sangat kuat dan searah (positif).
3)    Jika r sama dengan 0 atau mendekati 0, maka korelasi antara kedua variabel tersebut sangat lemah atau tidak ada hubungannya sama sekali.
Tabel I.2
Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi
Koefisien Korelasi

Interval    Interpretasi
0,00 – 0,199
0,20 – 0,399
0,40 – 0,599
0,60 – 0,799
0,80 – 1,000    Sangat Rendah
Rendah
Sedang
Kuat
Sangat Kuat
Sumber : Sugiyono, (2005 : 214)
d.  Analisis Koefisien Penentu (Kp)
Analisis koefisien penentu merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui berapa persen kontribusi perencanaan karier terhadap kepuasan kerja karyawan. Rumus koefisien penentu adalah sebagai berikut :
Kp = r² x 100%
Dimana :
Kp         = koefisien penentu
r        = koefisien korelasi
100%    = nilai  mutlak
(Sumber : J. Supranto, (1992: 197)
Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan dengan cara membandingkan nilai thitung dengan  ttabel.
Untuk mendapatkan nilai thitung digunakan rumus :
thitung =
Bandingkan thitung dengan ttabel pada ? = 0,05; df = n - 2
Keterangan :
a.    Jika thitung < ttabel  maka Ho diterima dan H1 ditolak, artinya tidak ada hubungan antara variabel X dan variabel Y (hubungan tidak signifikan).
b.    Jika thitung > ttabel maka Ho ditolak dan H1 diterima, artinya ada hubungan antara variabel X dan variabel Y (hubungan signifikan).
(Sumber : Anto Dajan, (1996 : 321)

E.    Hipotesis
Di dalam penelitian ini penulis menggunakan hipotesis diduga terdapat hubungan yang signifikan antara perencanaan karier terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta.

F.  Sistematika Penulisan
BAB I :     PENDAHULUAN
Bab ini menyajikan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penulisan, hipotesis dan sistematika penulisan.
BAB II :     LANDASAN TEORI
Bab ini menyajikan  tinjauan teoritis yang penulis peroleh dari sumber literatur – literatur (pustaka) yang meliputi pengertian manajemen, pengertian manajemen sumber daya manusia, pengertian perencanaan karier, faktor yang mempengaruhi perencanaan karier, pengertian kepuasan kerja karyawan, faktor – faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan dan hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan kepuasan kerja karyawan, serta determinan untuk perencanaan karier dan kepuasan kerja karyawan.
BAB III :     GAMBARAN UMUM PT. KERETA API INDONESIA
Bab ini menyajikan gambaran umum PT. Kereta Api Indonesia, meliputi : sejarah singkat, struktur organisasi dan kegiatan usaha yang dilakukan oleh PT. Kereta Api Indonesia
BAB IV :     ANALISIS dan PEMBAHASAN
Bab ini akan menyajikan hasil analisis perencanaan karier, analisis kepuasan kerja dan analisis pengaruh perencanaan karier terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta dengan menggunakan rumus – rumus statistik yang dikemukakan pada BAB I.
BAB V :     PENUTUP
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka penulis memberikan kesimpulan dan saran yang sekiranya bermanfaat bagi perusahaan.

Tugas Andre.f (224106050)

by arya | November 19, 2008 | In Uncategorized No Comments

“PENGARUH PERENCANAAN KARIER TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT. PELITA AIR SERVICE (PT. PAS) TAHUN 2008”.

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Pada era globalisasi sekarang ini dibutuhkan tenaga – tenaga yang handal, pilihan dan professional sebagai salah satu pilar penunjang pertumbuhan suatu negara. Untuk itu dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas sebagai rangkaian upaya untuk mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya, dalam cakupan manusia sebagai insan ataupun sebagai sumber daya yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah - pisahkan.
Manusia sebagai sumber daya yang memiliki etos kerja yang produktif, keterampilan yang handal, kreatifitas yang mumpuni, disiplin yang terjaga serta profesionalisme yang terpercaya serta memiliki kemampuan memanfaatkan, mengembangkan, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi maupun kemampuan manajemen.
Dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia pada PT. Pelita Air Service (PT. PAS), secara umum dapat dibagi menjadi dua jalur yaitu : Struktural (Managerial) dan Fungsional (Teknis). Namun demikian jalur – jalur tersebut tidak membatasi seseorang untuk terpaku pada salah satu jalur dalam pengembangan dirinya.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui jalur struktural (managerial) sangat diperlukan wawasan yang luas pada para pengambil keputusan, perumus kebijakan dan pengelola program, selain itu perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan penilaian program.
Masalah manusia adalah sebuah masalah yang universal, sehingga sumber daya manusia dalam jalur struktural (managerial) harus mampu mendorong kerja sama secara bilateral maupun multilateral pada tingkat regional maupun global ke arah pengembangan sumber daya manusia yang bertumpu pada kemandirian nasional dan kepentingan bersama.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui jalur fungsional (teknis) dilakukan melalui berbagai jenjang pendidikan dan latihan khususnya pada jenjang D3 (diploma tiga) sampai dengan S2 (strata dua) agar dapat berorientasi dan beradaptasi dengan irama perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta berpegang teguh pada etika profesi.
Mengingat betapa pentingnya pengembangan sumber daya manusia tersebut maka peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dilakukan oleh  pada PT. Pelita Air Service (PT. PAS) dilakukan melalui jenjang pendidikan khusus sebagai syarat utama bagi seorang calon pegawai PT. Pelita Air Service (PT.PAS) yang berkualitas.
Masalah perencanaan karier terkait sekali dengan permasalahan kepuasan kerja karyawan, karena sebagaimana kita ketahui bahwa seluruh manusia ingin kariernya meningkat secara terus menerus sampai pada titik puncak. Namun tidak semua orang yang berhasil sampai pada titik puncak yang diinginkan.
Penyebab permasalahan di atas cukup kompleks baik ditinjau dari dalam diri orang tersebut, lingkungan pekerjaan ataupun aturan perusahaan yang membuat dirinya merasa puas ataupun tidak puas dalam bekerja.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis merasa tertarik untuk mengkaji lebih dalam dan mengemukakan dalam bentuk sebuah skripsi atau karya tulis ilmiah dengan judul : “PENGARUH PERENCANAAN KARIER TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT. PELITA AIR SERVICE (PT. PAS) TAHUN 2008”.

Perumusan Masalah
1.    Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis mengidentifikasikan permasalahan sebagai berikut :
Kesempatan karier terbatas yang diberikan PT. Pelita Air Service.
Tahapan karier fungsional yang dimiliki perusahaan kepada setiap karyawan.
Tahapan kenaikan jabatan dari fungsional ke struktural.
Prosedur pemilihan karyawan untuk kenaikan golongan.
e.    Perencanaan karier yang dimiliki oleh perusahaan.
f.    Program penilaian karier yang dilakukan kepada setiap karyawan
Kenaikan gaji secara berkala yang diterima karyawan.
Perhatian yang diberikan oleh perusahaan terhadap karyawan yang berprestasi.
2.   Batasan masalah
Berdasarkan identifikasi permasalahan yang diuraikan di atas dan untuk tidak meluasnya permasalahan yang akan dibahas, maka penulis membatasi masalah yaitu hanya mengenai pengaruh perencanaan karier terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Pelita Air Service (PT. PAS). Dalam memperoleh data – data tertulis perusahaan, penulis akan melaksanakan pada Kantor Pusat PT. Pelita Air Service (PT. PAS) yang beralamat di Jln. Abdul Muis No. 52-56 A Jakarta 10160. Sedangkan untuk penelitian lapangan akan dilaksanakan pada Distrik Halim – Jakarta yang bertempat di Terminal Building Halim Perdana Kusuma Airport.

3.   Pokok Permasalahan
Berdasarkan batasan masalah di atas, maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut :
a.    Bagaimana perencanaan karier pada PT. Pelita Air Service (PT. PAS)?
b.    Bagaimana kepuasan kerja karyawan pada PT. Pelita Air Service (PT. PAS) ?
c.    Apakah ada pengaruh antara perencanaan karier dengan kepuasan kerja karyawan pada PT. Pelita Air Service (PT. PAS)  ?

Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.   Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai oleh penulis sejalan dengan masalah yang telah dirumuskan tersebut di atas, yaitu :
a.    Untuk mengetahui perencanaan karier pada PT. Pelita Air Service (PT. PAS).
b.    Untuk mengetahui kepuasan kerja karyawan pada PT. Pelita Air Service (PT. PAS)
c.    Untuk mengetahui pengaruh perencanaan karier dengan kepuasan kerja karyawan pada PT. Pelita Air Service (PT. PAS).
2.   Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah :
a.    Bagi penulis.
Menambah wawasan dan pengetahuan penulis mengenai kegiatan perencanaan karier yang dilakukan oleh PT. Pelita Air Service (PT. PAS) dan sejauh mana kepuasan kerja karyawan terhadap perencanaan karier yang mereka jalankan. Serta sebagai salah satu syarat untuk meraih gelar Strata 1 (SE) di Sekolah Tinggi Manajemen Transpor Trisakti.
b.    Bagi perusahaan.
Memberi masukan – masukan pada perusahaan yang pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah dalam meningkatkan kepuasan kerja karyawan dan pelaksanaan perencanaan karier yang sudah dijalankan.
c.    Bagi Lembaga STMT Trisakti dan Masyarakat
Menambah bahan bacaan untuk mahasiswa dan masyarakat tentang      pelaksanaan perencanaan karier dan kepuasan kerja pada PT. Pelita Air Service (PT. PAS).

Hipotesis
Di dalam penelitian ini penulis menggunakan hipotesis diduga terdapat hubungan yang signifikan antara perencanaan karier terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Pelita Air Service (PT. PAS).

Metodologi Penelitian
2.      Jenis dan Sumber Data
Jenis dan sumber data dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk angka diperoleh dari tulisan – tulisan dan data tertulis dari perusahaan. Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka dan skor dari jawaban angket.
3.    Populasi dan Sampel
a.    Populasi
Populasi adalah keseluruhan anggota dari suatu objek yang menjadi perhatian. Objek merupakan suatu benda, apakah benda itu hidup atau mati. Yang menjadi populasi penelitian adalah seluruh karyawan PT. Pelita Air Service (PT. PAS) yang berjumlah ± 500 karyawan.
b.    Sampel
Data dikumpulkan dengan cara mengambil sampel secara acak atau   dengan kata lain disebut sampling. Sampel penelitian meliputi sejumlah elemen (responden) yang lebih besar dari persyaratan minimum sebanyak 30 elemen (responden) yaitu karyawan Kasi SDM Bagian Teknik Pesawat Fixed Wing PT. Pelita Air Service (PT. PAS). Menurut Guilford 1987, dalam buku (J. Supranto, 2006: 239) dimana semakin besar sample (makin besar nilai n = banyaknya elemen sample) akan memberikan hasil yang lebih akurat.

3.   Metode Pengumpulan Data
Adapun cara yang digunakan untuk pengumpulan data adalah sebagai berikut:
Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Suatu penelitian dan pengumpulan data dengan cara membaca literatur -  literatur dan tulisan ilmiah lainnya yang ada hubungannya dengan pembahasan penulisan ini.
Penelitian Lapangan (Field Research)
Teknik pengumpulan data dengan cara mendatangi langsung obyek yang diteliti di lokasi atau lapangan, di mana data itu diperoleh dengan cara :
1)    Wawancara (Interview).
Wawancara merupakan salah satu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara bertanya langsung (interview) dengan karyawan PT. Pelita Air Service (PT. PAS) secara lisan.
2)    Pengamatan (Observasi).
Pengamatan merupakan salah satu metode yang dilakukan oleh peneliti terhadap objek penelitiannya. Dalam melakukan eksperimen dapat berupa lembar pengamatan, panduan pengamatan, dan lainnya.
3)    Angket (Questioner).
Angket merupakan alat pengumpulan data yang diajukan pada responden secara tertulis. Data yang ingin dikumpulkan tersebut di jabarkan dalam bentuk pertanyaan tertulis dan responden memberikan jawaban secara tertulis.

Teknik Analisis Data
a.    Skala Likert
Untuk merubah jawaban responden yang bersifat kualitatif menjadi kuantitatif akan digunakan Skala Likert dengan lima anak tangga sebagaimana yang dikemukakan oleh J. Supranto (2006 : 240). Untuk perencanaan karier dan kepuasan kerja akan diberikan lima penilaian dengan bobot nilai sebagai berikut :
Tabel I.1
Bobot / Penilaian

PERINGKAT    INDIKATOR    BOBOT NILAI
A    Sangat setuju    5
B    Setuju    4
C    Kadang – kadang    3
D    Tidak setuju    2
E    Sangat tidak setuju    1

Angket akan disebarkan kepada para responden yang dipilih secara acak yang mewakili populasi yang ada di perusahaan tempat penulis melakukan penelitian. Responden yang dipilih diusahakan mewakili seluruh populasi dan identitas responden dari segala segi baik itu jenis kelamin, kepangkatan, usia, tingkat pendidikan dan faktor – faktor lainnya yang dianggap berpengaruh signifikan terhadap hasil penelitian.
b.    Analisis Regresi Linear Sederhana
Analisis regresi linear sederhana merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan proporsional antara dua variabel atau lebih. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan analisis regresi linear sederhana karena variabel yang diteliti hanya terdiri dari dua variabel. Penulisan analisis regresi linear sederhana bertujuan untuk mengetahui sejauh mana variabel X yaitu perencanaan karier mempengaruhi variabel Y yaitu kepuasan kerja karyawan. Penulis menggunakan analisis regresi linear sederhana yang dikemukakan oleh J. Supranto (1992 : 229) yang dinyatakan dalam bentuk persamaan :
Y = a + bX
Dimana :
X = Variabel bebas, dalam hal ini perencanaan karier
Y = Variabel terikat, dalam hal ini kepuasan kerja
a  =  konstanta
b  = koefisien regresi
Untuk mencari a dan b dipergunakan rumus:
a =  - b
b =

Analisis Koefisien Korelasi
Analisis koefisien korelasi merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara perencanaan karier sebagai variabel X dan kepuasan kerja karyawan sebagai variabel Y. Untuk menghitung nilai koefisien korelaasi (r) penulis menggunakan rumus :
r =
Dimana :
r     = Koefisien korelasi
X    = Variabel bebas, dalam hal ini perencanaan karier
Y    = Variabel terikat, dalam hal ini kepuasan kerja
n    = Jumlah sample
(Sumber : J. Supranto, (2006:196)
Nilai koefisien korelasi terletak antara -1 sampai 1 atau (-1 < r + 1) dengan penafsiran sebagai berikut :
1)    Jika r sama dengan -1 atau mendekati -1, maka korelasi antara kedua                  variabel tersebut sangat kuat dan tidak searah (negatif).
2)    Jika r sama dengan 1 atau mendekati 1, maka korelasi antara kedua variabel tersebut sangat kuat dan searah (positif).
3)    Jika r sama dengan 0 atau mendekati 0, maka korelasi antara kedua variabel tersebut sangat lemah atau tidak ada hubungannya sama sekali.

Tabel I.2
Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi
Koefisien Korelasi

Interval    Interpretasi
0,00 – 0,199
0,20 – 0,399
0,40 – 0,599
0,60 – 0,799
0,80 – 1,000    Sangat Rendah
Rendah
Sedang
Kuat
Sangat Kuat
Sumber : Sugiyono, (2005 : 214)
d.  Analisis Koefisien Penentu (Kp)
Analisis koefisien penentu merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui berapa persen kontribusi perencanaan karier terhadap kepuasan kerja karyawan. Rumus koefisien penentu adalah sebagai berikut :
Kp = r² x 100%
Dimana :
Kp         = koefisien penentu
r        = koefisien korelasi
100%    = nilai  mutlak
(Sumber : J. Supranto, (1992: 197)
Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan dengan cara membandingkan nilai thitung dengan  ttabel.
Untuk mendapatkan nilai thitung digunakan rumus :
thitung =
Bandingkan thitung  dengan ttabel  pada ? = 0,05; df = n - 2
Keterangan :
4.    Jika thitung < ttabel  maka Ho diterima dan H1 ditolak, artinya tidak ada hubungan antara variabel X dan variabel Y (hubungan tidak signifikan).
5.    Jika thitung > ttabel maka Ho ditolak dan H1 diterima, artinya ada hubungan antara variabel X dan variabel Y (hubungan signifikan).
(Sumber : Sugiyono (2005: 321)

F.  Sistematika Penulisan
BAB I :     PENDAHULUAN
Bab ini menyajikan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penulisan, hipotesis dan sistematika penulisan.
BAB II :     LANDASAN TEORI
Bab ini menyajikan  tinjauan teoritis yang penulis peroleh dari sumber literatur – literatur (pustaka) yang meliputi pengertian manajemen, pengertian manajemen sumber daya manusia, pengertian perencanaan karier, faktor yang mempengaruhi perencanaan karier, pengertian kepuasan kerja karyawan, faktor – faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan dan hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan kepuasan kerja karyawan, serta determinan untuk perencanaan karier dan kepuasan kerja karyawan.
BAB III :     GAMBARAN UMUM PT. PELITA AIR SERVICE
Bab ini menyajikan gambaran umum PT. Pelita Air Service, meliputi : sejarah singkat, struktur organisasi dan kegiatan usaha yang dilakukan oleh PT. Pelita Air Service.
BAB IV :     ANALISIS dan PEMBAHASAN
Bab ini akan menyajikan hasil analisis perencanaan karier, analisis kepuasan kerja dan analisis pengaruh perencanaan karier terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Pelita Air Service dengan menggunakan rumus – rumus statistik yang dikemukakan pada BAB I.
BAB V :     PENUTUP
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka penulis memberikan kesimpulan dan saran yang sekiranya bermanfaat bagi perusahaan.

Tugas Rike.K.D (224106018)

by arya | November 19, 2008 | In Uncategorized No Comments

“ANALISIS PELAYANAN PENANGANAN KELEBIHAN BERAT BAGASI (EXCESS BAGGAGE) OLEH STAF CHECK-IN COUNTER TERHADAP KEPUASAN PENUMPANG PADA MALAYSIA AIRLINES DI BANDARA SOEKARNO HATTA PADA TAHUN 2007”.

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Kemajuan dunia transportasi pada era globalisasi sekarang ini membuat jarak, batas dan waktu antar negara bukanlah suatu hambatan yang besar. Karena dengan adanya transportasi membuat jarak dan batas antar negara semakin dekat dan waktu yang ditempuh pun semakin singkat terutama jika menggunakan transportasi udara.
Salah satu dari beberapa perkembangan yang terpenting di Indonesia adalah pertumbuhan jasa yang luar biasa apalagi setelah pemerintah melakukan deregulasi dan debirokrasi yang mengakibatkan meningkatnya permintaan jasa angkutan udara.
Dengan meningkatnya permintaan jasa angkutan udara, banyak perusahaan-perusahaan penerbangan yang bersaing dalam meningkatkan mutu pelayanannya kepada para penumpang karena bisnis angkutan udara merupakan pelayanan jasa transportasi udara bagi para penumpang. Untuk itu tingkat pelayanan dalam angkutan udara merupakan hal terpenting dalam melakukan kegiatan jasanya.
Perusahaan penerbangan harus mengetahui pelayanan seperti apa yang diinginkan oleh penumpang. Apakah penumpang tersebut puas dengan sistem pelayanan tersebut ataukah tidak. Karena tingkat pelayanan yangdiberikan oleh perusahaan penerbangan akan mempengaruhi tingkat kepuasan penumpang terhadap pelayanan tersebut.
Pada dasarnya, pengertian kepuasan/ketidakpuasan pelanggan merupakan perbedaan antara harapan dan kinerja yang dirasakan. Jadi pengertian kepuasan pelanggan berarti bahwa kinerja suatu barang sekurang-kurangnya sama dengan apa yang diharapkan.
Adapun untuk mengukur tingkat kepuasan para pelanggan/penumpang perusahaan penerbangan dapat ditinjau dari berbagai segi, diantaranya adalah :
PRE FLIGHT SERVICE : Pelayanan sebelum penerbangan
IN FLIGHT SERVICE : Pelayanan selama penerbangan
POST FLIGHT SERVICE : Pelayanan setelah penerbangan
Penumpang yang akan berpergian jauh tentu saja akan membawa barang bawaan yang banyak. Tetapi harus diketahui bahwa tidak semua barang bawaan dapat dibawa ke dalam pesawat. Setiap airlines memiliki batas tertentu dalam membatasi barang bawaan penumpang baik barang bawaan sebagai bagasi atau hand carry.
Disinilah peranan staf check-in counter dalam menunjang nilai pelayanan penerbangan Malaysia Airlines yang sangat berkaitan erat dengan masalah barang bawaan penumpang sebelum memasuki pesawat. Ini termasuk pelayanan sebelum penerbangan (PRE FLIGHT SERVICE).
Pada saat check-in banyak penumpang yang membawa barang bawaan melebihi batas yang ditentukan oleh perusahaan penerbangan Malaysia Airlines. Akibatnya penumpang harus membayar kelebihan berat bagasinya sesuai dengan peraturan yang diterapkan Malaysia Airlines. Dan jika penumpang tidak ingin membayar kelebihan berat bagasinya maka penumpang tidak ingin membayar kelebihan berat bagasinya maka penumpang tersebut harus mengurangi isi dari bagasinya tersebut.
Tentu saja kekecewaan akan terpancar dari wajah penumpang, untuk itu disinilah tugas staf check-in counter bagaimana cara melayani penmpang tersebut agar tidak kecewa dengan pelayanan yang diberikan oleh Malaysia Airlines dalam mengatasi penanganan berat bagasi (Excess Baggage). Karena pelayanan yang diberikan kepada para penumpang tersebut akan mempengaruhi cutra perusahaan penerbangan Malysia Airlines.
Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut dengan judul : “ANALISIS PELAYANAN PENANGANAN KELEBIHAN BERAT BAGASI (EXCESS BAGGAGE) OLEH STAF CHECK-IN COUNTER TERHADAP KEPUASAN PENUMPANG PADA MALAYSIA AIRLINES DI BANDARA SOEKARNO HATTA PADA TAHUN 2007”.

Perumusan Masalah
1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang masalah, maka dapat diidentifikasikan beberapa masalah yang timbul sebagai berikut :
Pelayanan penanganan Excess Baggage oleh staf check-in counter pada Malaysia Airlines di Bandara Soekarno-Hatta.
Kepuasan penumpang atas pelayanan pada Malaysia Airlines di Bandara Soekarno-Hatta.
Hubungan antara pelayanan penanganan Excess Baggage oleh staf check-in counter dengan kepuasan penumpang pada Malaysia Airlines di Bandara Soekarno-Hatta.

2. Batasan Masalah
Untuk membatasi permasalahan yang ada penulis hanya menitikberatkan pada pelayanan penanganan kelebihan berat bagasi (excess Baggage) oleh staf check-in counter terhadap kepuasan penumpang pada Malaysia Airlines dibandara Soekarno-Hatta, Jakarta tahun 2007.

3. Pokok Masalah
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang masalah, maka dapat dilihat pokok masalah yang ada sebagai berikut :
Bagaimana pelayanan penanganan Excess Baggage oleh staf check-in counter pada Malaysia Airlines di Bandara Soekarno-Hatta ?
Bagaimana kepuasan penumpang atas pelayanan pada Malaysia Airlines di Bandara Soekarno-Hatta ?
Adakah hubungan antara pelayanan penanganan Excess Baggage oleh staf check-in counter dengan kepuasan penumpang pada Malaysia Airlines di Bandara Soekarno-Hatta ?

Tujuan dan Manfaat Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui pelayanan penanganan Excess Baggage oleh staf check-in counter pada Malaysia Airlines di Bandara Soekarno-Hatta.
b. Untuk mengetahui kepuasan penumpang atas pelayanan pada Malaysia Airlines di Bandara Soekarno-Hatta.
c. Untuk mengetahui hubungan antara pelayanan penanganan Excess Baggage oleh staf check-in counter dengan kepuasan penumpang pada Malaysia Airlines di Bandara Soekarno-Hatta.
2. Manfaat Penelitian
a. Bagi Penulis
Untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai pelayanan penanganan Excess Baggage oleh staf check-in counter pada perusahaan penerbangan Malaysia Airlines.
b. Bagi Perusahaan
Penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan untuk mengambil kebijakan perusahaan dimasa yang akan datang khususnya yang berkaitan dengan pelayanan terhadap penumpang.
c. Bagi Lembaga (STMT Trisakti)
Penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai informasi tambahan dan pengetahuan bagi mahasiswa khususnya mengenai pelayanan terhadap penumpang dan sekaligus sebagai data dokumentasi perpustakaan STMT Trisakti.

D. Hipotesis
Hipotesis adalah dugaan sementara hasil penelitian yang perlu diuji kebenarannya. Dalam penelitian ini diduga terdapat hubungan antara pelayanan penanganan Excess Baggage dengan kepuasan penumpang pada perusahaan penerbangan Malaysia Airlines di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

E. Metodologi Penelitian
1. Jenis dan Sumber Data
Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif dalam bentuk kuesioner dan data kuantitatif dalam bentuk skor dari jawaban kuesioner. Sedangkan sumber data yang digunakan adalah kuesioner atau angket atau data yang langsung diambil dari sumbernya.
2. Populasi dan Sampel
Populasi adalah jumlah obyek secara keseluruhan, dimana obyek yang dimaksud adalah para penumpang Malaysia Airlines rute Jakarta-Kualalumpur sebanyak 200 (dua ratus) penumpang.
Sampel merupakan bagian dari populasi. Adapun jumlah sampel yang diambil secara acak sebanyak 100 (seratus) penumpang dari populasi.
3. Metode Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode sebagai berikut :
a. Penelitian Lapangan (Field Research)
Metode ini dilakukan untuk mendapatkan data yang diperlukan secara langsung dari obyek penelitian atau perusahaaan yang diteliti. Dalam memperoleh data tersebut penulis menggunakan beberapa tehnik pengumpulan data yaitu :
Wawancara (interview)
Penulis melakukan wawancara secara lisan kepada karyawan dan pihak-pihakyang berwenang pada Malaysia Airlines di Bandara Soekarno-Hatta.
Kuesioner (angket)
Kuesioner diberikan kepada penumpang Malaysia Airlines rute Jakarta-Kualalumpur tahun 2006 yang diambil secara acak.
Observasi
Penulis mengamati secara langsung pada perusahaan untuk melihat bagaimana perusahaan menjalankan praktek-prakteknya dalam mengadakan pelayanan terhadap penumpang.
b. Riset Kepustakaan (Library Research)
Yaitu riset yang dilakukan melalui pengamatan atas beberapa literatur untuk mendapatkan informasi dan data-data sekunder yang berkaitan dengan topik yang akan diteliti dalam skripsi ini.
4. Metode Analisis Data
Metode yang digunakan dalam menganalisis data yang diperoleh adalah data dengan menggunakan skala 5 (lima) tingkat (Likert) yang terdiri dari :

KUALITAS PELAYANAN (X) BOBOT KEPUASAN PENUMPANG (Y)
Sangat Baik 5 Sangat Puas
Baik 4 Puas
Netral 3 Netral
Tidak Baik 2 Tidak Puas
Sangat Tidak Baik 1 Sangat Tidak Puas
Sumber : Sugiyono, 2005 : 86
Pada metode analisis data ini, penulis menggunakan 2 (dua) variabel. Variabel pertama sebagai variabel X (variabel bebas), yaitu kualitas pelayanan penanganan Excess Baggage. Variabel kedua sebagai variabel Y (variabel terikat), yaitu kepuasan penumpang.
Adapun rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :
a. Regresi Linear Sederhana
Regresi sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel bebas dengan satu variabel terikat.
Persamaan umum regresi linear sederhana adalah : (Sugiyono, 2006:243)
Y = a + bX
Dimana :
Y = Subyek dalam variabel dependen yang diprediksikan
X = Subyek pada variabel independen yang mempunyai
a = Harga Y bila X = 0 (harga konstan)
b =Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen. Bila b ( + ) maka naik, dan bila (- ) maka terjadi penurunan
Untuk mencari nilai a dan b :
a = ?Y · ?X² - ?X · ? XY
n·?X² - (?X)²
b = n· ?XY - ?X · ?Y
n·?X² - (?X)²

b. Analisis Koefisien Korelasi
Koefisien Korelasi merupakan angka yang menunjukan arah dan kuatnya hubungan antar dua variabel atau lebih. Arah dinyatakan dalam bentuk hubungan positif atau negatif, sedangkan kuatnya hubungan dinyatakan dalam besarnya koefisien korelasi.
Untuk mengetahui koefisien korelasi ( r ), maka digunakan rumus Koefisien Korelasi Pearson (Person’s product moment coefficient of correlation), yaitu : (Sugiyono, 2006:212)
r = n ·?XY - ?X · ?Y
? n·?X² - (?X)² ? n·?Y² - (?Y)²

Tabel 1.1
Pedoman Untuk Memberikan Interprestasi Terhadap Koefisien Korelasi

Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 Sangat rendah
0,20 – 0,399 Rendah
0,40 – 0,599 Sedang
0,60 – 0,799 Kuat
0,80 – 1,000 Sangat kuat
Sumber : Sugiyono, 2006:216

c. Koefisien Penentu (KP)
Digunakan untuk mengetahui berapa besar kontribusi atau pengaruh dari variabel X terhadap naik turunnya variabel Y, dengan rumus sebagai berikut : (Sugiyono, 2006:216)
Kp = r² x 100%

d. Uji hipotesis (Uji Korelasi)
Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui apakah korelasi tersebut berarti atau tidak.
Ho : ? = 0 atau < 0, artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara X dan Y
Ha : ? ? 0 atau > 0, artinya ada hubungan yang signifikan dan positif antara X dan Y
Tentukan nilai kritis ? (misalnya ? = 5 % ; dfn-2)
Mencari t hitung :
thitung = r ? n – 2
?1 - r²
ttabel = ( ? ; df = n-2 ) ? = 0,05
Keterangan :
thitung = Hasil Perhitungan
rhitung = Koefisien Korelasi X dan Y
nhitung = jumlah sampel
Kesimpulan.
Jika thitung < ttabel , maka Ho diterima. Hubungan X dan Y tidak signifikan
Jika thitung > ttabel , maka Ho ditolak. Hubungan X dan Y signifikan dan positif.

F. Sistematika Penulisan
BAB I : PENDAHULUAN
Dalam bab ini berisikan mengenai latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, Hipotesis, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB II : LANDASAN TEORI
Dalam bab ini penulis menjelaskan teori-teori yang digunakan sebagai landasan penulisan skripsi.
BAB III : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN MALAYSIA AIRLINES
Dalam bab ini diuraikan mengenai gambaran umum perusahaan yaitu sejarah singkat perusahaan, organisasi dan manajemen serta kegiatan usaha perusahaan.
BAB IV : ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Dalam bab ini diuraikan mengenai analisis dan pembahasan mengenai masalah-masalah yang diungkapkan dalam perumusan masalah dan penulis akan membahasnya hingga tuntas. Dalam sub bab ini masalah dianalisis dengan teori dan alat analisis yang telah dipilih dan ditentukan sebelumnya.
BAB V : PENUTUP
Dalam bab ini penulis akan memberikan kesimpulan yang berisi rangkuman dari pembahasan-pembahasan masalah pada bab-bab sebelumnya dan memberikan saran-saran yang bermanfaat bagi perusahaan.

Tugas Arya.z (224104377)

by arya | November 19, 2008 | In Uncategorized No Comments

“PENGARUH PROGRAM PELATIHAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT. LINC EXPRESS JAKARTA TAHUN 2007 “.

BAB 1
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Sebuah perusahaan dalam mencapai suatu keberhasilan harus melalui kerja keras dari seluruh individu yang terlibat di dalam perusahaan. Sehingga keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya merupakan hasil kerja keras dari seluruh individu yang terlibat di dalam perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan di dukung oleh faktor – faktor penunjang seperti mesin, peralatan, perencanaan, informasi metode, dan program yang di terapkan di dalam perusahaan.
Selain itu, dalam kelangsungan proses produksi di butuhkan juga faktor – faktor produksi, dan salah satu dari faktor – faktor produksi tersebut adalah tenga kerja atau (karyawan), apabila faktor produksi tersebut tidak ada maka kelangsungan proses produksi tidak akan dapat di laksanakan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pihak pihak karyawan harus berminat, bergairah dan “ menguasai “ tugas pekerjaannya. Untuk menguasai tugas pekerjaan, mereka harus mempunyai wawasan pengetahuan dan keterampilan atas bidang  pekerjaan wawasan dan keterampilan itu dapat di peroleh melalui pelatihan.
Dengan demikian pelatihan bertujuan untuk mengembangkan pola pikir dan meningkatkan keterampilan. Hal ini pada hakekatnya merupakan salah satu faktor yang mendukung minat dan penguasaan pekerjaan yang di tugaskan, dan dapat mendorong pihak karyawan untuk dapat melakukan tugasnya dengan baik dan berprestasi tinggi dalam mendukung tingkst produktivitas kerja sebagaimana di harapkan. Kondisi semacam ini di harapkan oleh setiap perusahaan, demikian juga oleh PT.Linc Express Jakarta yang bergerak di bidang Jasa Ekspedisi Domestik.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis merasa tertarik untuk mengkaji lebih dalam dan mengemukakan dalam bentuk sebuah skripsi atau karya tulis ilmiah dengan judul : “PENGARUH PROGRAM PELATIHAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT. LINC EXPRESS JAKARTA TAHUN 2007 “.

Perumusan Masalah
Identifikasi Masalah
Berdasarkan judul penelitian diatas, maka yang menjadi identifikasi masalah disini adalah :
Pelatihan karyawan pada PT. Linc Express Jakarta Tahun 2007.
Produktivitas kerja karyawan pada PT. Linc Express Tahun 2007.
Pengaruh program pelatihan terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Linc Express tahun 2007.
Batasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah penulis hanya membatasi penelitian pada pengaruh program pelatihan terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Linc Express Jakarta Tahun 2007.
Pokok Masalah
Untuk lebih mengarahkan pembahasan dalam penulisan ini maka penulis merumuskan pokok masalah sebagai berikut :
Bagaimana pelatihan kerja karyawan customer service dan staf operasional pada PT. Linc Express ?
Apakah produktivitas kerja karyawan customer service dan staf operasional pada PT. Linc Express cukup baik ?
Adakah hubungan antara pelatihan dengan produktivitas kerja karyawan customer service dan staf operasioanal pada PT. linc Express ?

Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian yang ingin dicapai oleh penulis sejalan dengan masalah yang telah dirumuskan tersebut di atas, yaitu :
Untuk mengetahui pelatihan karyawan customer service dan staf operasional pada PT. Linc Express.
Untuk mengetahui produktivitas kerja karyawan customer service dan operasioanl pada PT. Linc Express.
Untuk mengetahui hubungan antara pelatihan dengan produktivitas kerja karyawan customer service dan operasional pada PT. Linc Express.
Manfaat penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah :
Bagi Penulis
Agar dapat meningkatkan pengetahuan dan keterangan mengenai pengaruh program pelatihan terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Linc Express.
Bagi Perusahaan
Sebagai bahan masukan atau input bagi perusahaan dalam meningkatkan pelatihan dan produktivitas kerja karyawan.
Bagi STMT TRISAKTI
Penelitian ini dapat di jadikan acuan bagi mahasiswa – mahasiswa yang akan menyusun skripsi sekaligus sebagai bahan kepustakaan di perpustakaan.

Metodologi Penelitian
1.       Jenis dan Sumber Data
Jenis dan sumber data dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk angka diperoleh dari tulisan – tulisan dan data tertulis dari perusahaan. Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka dan skor dari jawaban angket.
2.    Populasi dan Sampel
a.  Populasi
Populasi adalah keseluruhan anggota dari suatu objek yang menjadi perhatian. Objek merupakan suatu benda, apakah benda itu hidup atau mati. Yang menjadi populasi penelitian adalah seluruh karyawan PT. Linc Express.
b.    Sampel
Data dikumpulkan dengan cara mengambil sampel secara acak atau dengan kata lain disebut sampling. Sampel penelitian meliputi sejumlah elemen (responden) yang lebih besar dari persyaratan minimum sebanyak 30 elemen (responden) yaitu karyawan Customer Service dan Operasional PT. Linc Express. Menurut Guilford 1987, dalam buku (J. Supranto, 2006: 239) dimana semakin besar sample (makin besar nilai n = banyaknya elemen sample) akan memberikan hasil yang lebih akurat.
3.   Metode Pengumpulan Data
Adapun cara yang digunakan untuk pengumpulan data adalah sebagai berikut:
Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Suatu penelitian dan pengumpulan data dengan cara membaca literatur -  literatur dan tulisan ilmiah lainnya yang ada hubungannya dengan pembahasan penulisan ini.
Penelitian Lapangan (Field Research)
Teknik pengumpulan data dengan cara mendatangi langsung obyek yang diteliti di lokasi atau lapangan, di mana data itu diperoleh dengan cara :
1)    Wawancara (Interview).
Wawancara merupakan salah satu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara bertanya langsung (interview) dengan karyawan PT. Linc Express secara lisan.
2)    Pengamatan (Observasi).
Pengamatan merupakan salah satu metode yang dilakukan oleh peneliti terhadap objek penelitiannya. Dalam melakukan eksperimen dapat berupa lembar pengamatan, panduan pengamatan, dan lainnya.
3)    Angket (Questioner).
Angket merupakan alat pengumpulan data yang diajukan pada responden secara tertulis. Data yang ingin dikumpulkan tersebut di jabarkan dalam bentuk pertanyaan tertulis dan responden memberikan jawaban secara tertulis.
Teknik Analisis Data
a.    Skala Likert
Untuk merubah jawaban responden yang bersifat kualitatif menjadi kuantitatif akan digunakan Skala Likert dengan lima anak tangga sebagaimana yang dikemukakan oleh J. Supranto (2006 : 240). Untuk program pelatihan dan produktivitas kerja akan diberikan lima penilaian dengan bobot nilai sebagai berikut :

Tabel I.1
Bobot / Penilaian

PERINGKAT    INDIKATOR    BOBOT NILAI
A    Sangat setuju    5
B    Setuju    4
C    Kadang – kadang    3
D    Tidak setuju    2
E    Sangat tidak setuju    1

Angket akan di sebarkan kepada para responden yang dipilih secara acak yang mewakili populasi yang ada di perusahaan tempat penulis melakukan penelitian. Responden yang dipilih diusahakan mewakili seluruh populasi dari segala segi baik itu jenis kelamin, kepangkatan, usia, tingkat pendidikan dan faktor – faktor lainnya yang dianggap berpengaruh signifikan terhadap hasil penelitian.
b.    Analisis Regresi Linear Sederhana
Analisis regresi linear sederhana merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan proporsional antara dua variabel atau lebih. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan analisis regresi linear sederhana karena variabel yang diteliti hanya terdiri dari dua variabel. Penulisan analisis regresi linear sederhana bertujuan untuk mengetahui sejauh mana variabel X yaitu program pelatihan mempengaruhi variabel Y yaitu produktivitas kerja karyawan. Penulis menggunakan analisis regresi linear sederhana yang dikemukakan oleh J. Supranto (1992 : 229) yang dinyatakan dalam bentuk persamaan :
Y = a + bX
Dimana :
X = Variabel bebas, dalam hal ini program pelatihan
Y = Variabel terikat, dalam hal ini produktivitas kerja
a  =  konstanta
b  = koefisien regresi
Untuk mencari a dan b dipergunakan rumus:

Analisis Koefisien Korelasi
Analisis koefisien korelasi merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara program pelatihan sebagai variabel X dan produktivitas kerja karyawan sebagai variabel Y. Untuk menghitung nilai koefisien korelaasi (r) penulis menggunakan rumus :

Dimana :
r     = Koefisien korelasi
X    = Variabel bebas, dalam hal ini program pelatihan
Y    = Variabel terikat, dalam hal ini produktivitas kerja karyawan
n    = Jumlah sample
(Sumber : J. Supranto, (1992:196)

Nilai koefisien korelasi terletak antara -1 sampai 1 atau (-1 < r + 1) dengan penafsiran sebagai berikut :
1)    Jika r sama dengan -1 atau mendekati -1, maka korelasi antara kedua                  variabel tersebut sangat kuat dan tidak searah (negatif).
2)    Jika r sama dengan 1 atau mendekati 1, maka korelasi antara kedua variabel tersebut sangat kuat dan searah (positif).
3)    Jika r sama dengan 0 atau mendekati 0, maka korelasi antara kedua variabel tersebut sangat lemah atau tidak ada hubungannya sama sekali.
Tabel I.2
Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi
Koefisien Korelasi

Interval    Interpretasi
0,00 – 0,199
0,20 – 0,399
0,40 – 0,599
0,60 – 0,799
0,80 – 1,000    Sangat Rendah
Rendah
Sedang
Kuat
Sangat Kuat
Sumber : Sugiyono, (2005 : 214)

d.  Analisis Koefisien Penentu (Kp)
Analisis koefisien penentu merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui berapa persen kontribusi program pelatihan terhadap produktivitas kerja karyawan. Rumus koefisien penentu adalah sebagai berikut :
Kp = r² x 100%
Dimana :
Kp         = koefisien penentu
r        = koefisien korelasi
100%    = nilai  mutlak
(Sumber : J. Supranto, (1992: 197)

Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan dengan cara membandingkan nilai thitung dengan  ttabel. Untuk mendapatkan nilai thitung  digunakan rumus :
thitung =
Bandingkan thitung  dengan ttabel  pada ? = 0,05; df = n - 2
Keterangan :
a.    Jika thitung < ttabel  maka Ho diterima dan H1 ditolak, artinya tidak ada hubungan antara variabel X dan variabel Y (hubungan tidak signifikan).
b.    Jika thitung > ttabel maka Ho ditolak dan H1 diterima, artinya ada hubungan antara variabel X dan variabel Y (hubungan signifikan).
(Sumber : Anto Dajan, (1996 : 321)
E.    Hipotesis
Di dalam penelitian ini penulis menggunakan hipotesis diduga terdapat hubungan yang signifikan antara program pelatihan terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Linc Express.

F.  Sistematika Pembahasan
Skripsi ini disiapkan dalam 5 (lima) bab dengan sistematika penulisan sebagai berikut :
BAB I :    PENDAHULUAN
Pada bab ini diuraikan tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metodologi penelitian, hipotesis dan sistematika penulisan.
BAB II :   LANDASAN TEORI
Pada bab ini menjelaskan tentang landasan teori mengenai teori manajemen sumber daya manusia, teori pelatihan, teori produktivitas kerja dan hubungan antara pelatihan dan produktivitas kerja.
BAB III :   GAMBARAN UMUM PT. LINC EKSPRESS JAKARTA
Pada bab ini dikemukakan mengenai sejarah simgkat perusahaan , organisasi dan manajemen, serta kegiatan perusahaan.
BAB IV :    ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini dibahas analisis pelatihan, analisis produktivitas kerja karyawan dan analisis hubungan pelatihan dengan produktivitas kerja karyawan pada PT. Linc Ekspress Jakarta.
BAB V :     PENUTUP
Bab ini merupakan bab terakhir, dalam bab penutup ini dikemukakan kesimpulan dan saran-saran yang diambil dari bab IV.

Disusun oleh : ARYA ZULKARNAIN (224104377)

Management Information System

by arya | November 18, 2008 | In Uncategorized No Comments

Management Information System

Dalam perkuliahan kita di perkenalkan dengan mata kuliah Management Information System Disingkat dengan MIS. Dalam bahasa Indonesia disebut dengan Sistem Informasi Manajemen. Didefenisikan sebagai kumpulan dari manusia dan sumber-sumber daya di dalam suatu organisasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk menhasilkan informasi yang berguna untuk semua tingkatan management di dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian. Atau, kumpulan dari sistem-sistem yang menyediakan informasi untuk mendukung manajemen. Istilah Management Information System (MIS) atau Sistem Informasi Manajemen (SIM) ini banyak digunakan pada tahun 1980an hingga 1990an, yang menunjukkan sistem-sistem informasi fungsional, yaitu sistem yang diterapkan di fungsi-fungsi organisasi. Sistem Informasi Manajemen ini terdiri dari sistem informasi akuntasi, sistem informasi keuangan dan sistem informasi pemasaran. MIS sudah diterapkan di Amerika Serikat sejak awal tahun 1970an yang digunakan untuk memberikan infromasi kepada manajer-manajer fungsional. Istilah ini sudah kurang tepat untuk saat ini, karena sistem informasi telah berkembang melebihi kemampuan sistem informasi fungsional.
Sistem Informasi Manajemen sangat berfungsi dalam suatu bidang karena dengan ada nya SIM kita di manjakan dengan sebuah sistem yang sangat membantu kita dalam mengerjakan segala suatu pekerjaan.
Karena terlalu banyak bahkan hampir semua kegiatan sekarang telah menggunakan suatu sistem maka saya coba berikan beberapa contoh yang nanti akan saya coba jelaskan sedikit mengenai SIm tersebut.
Contoh nya:
  • Sistem Informasi dan Manajemen Perencanaan Pembangunan Negara Sistem informasi telah berkembang seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat     dan terbukti sangat berperan dalam kegiatan perekonomian dan strategi penyelenggaraan pembangunan. Keberadaan sistem informasi mendukung kinerja peningkatan efisiensi, efektivitas dan produktivitas organisasi pemerintah dan dunia usaha, serta mendorong pewujudan masyarakat yang maju dan sejahtera. Sistem informasi yang dibutuhkan, dimanfaatkan, dan dikembangkan bagi keperluan pembangunan daerah adalah sistem informasi yang terutama diarahkan untuk menunjang perencanaan pembangunan daerah. Hal ini perlu diingat karena telah terjadi perubahan paradigma menuju desentralisasi di berbagai aspek pembangunan. Salah satu paradigma baru itu adalah perihal perencanaan pembangunan daerah. Mulai tahun 2001, seiring dengan pemberlakuan UU No. 22/1999 dan UU No. 25/1999, maka perencanaan pembangunan daerah telah diserahkan kepada pemerintah daerah. Dan dengan terbitnya UU No. 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang bertujuan untuk mendukung koordinasi antarpelaku pembangunan; menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antardaerah, antarruang, antarwaktu, antarfungsi pemerintah maupun antara Pusat dan Daerah; menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan; mengoptimalkan partisipasi masyarakat; dan menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Dengan demikian, kiat di balik desentralisasi adalah peningkatan pelayanan kepada masyarakat, partisipasi dalam perencanaan pembangunan, dan pencapaian akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi. Telah banyak dikembangkan sistem informasi yang berbasis data perencanaan pembangunan, yang beroperasi baik di pusat maupun di daerah. Akan tetapi, harus diakui bahwa pada umumnya sistem informasi yang telah dikembangkan itu hanya menyangkut aspek tertentu dalam perencanaan pembangunan. Misalnya, Sistem Informasi Manajemen Departemen Dalam Negeri (Simdagri) dan SIM Daerah (Simda), yang penerapan pengelolaannya di daerah dilakukan oleh Kantor Pengolahan Data Elektronik (KPDE) di daerah. Contoh lain adalah yang berkaitan dengan aspek ruang, yaitu Sistem Informasi Geografis (SIG), yang dikembangkan melalui proyek berbantuan luar negeri Land Resources Evaluation and Planning (LREP) dan Marine Resources Evaluation and Planning (MREP); atau sistem informasi yang menyangkut aspek lingkungan, seperti Neraca Kependudukan dan Lingkungan Hidup Daerah (NKLD) serta Neraca Sumber Daya Alam dan Spasial Daerah (NSASD) di setiap daerah. Dengan adanya Sistem Informasi dan Manajemen Perencanaan Pembangunan Nasional (Simrenas) ini, diharapkan dapat menata berbagai aspek data perencanaan pembangunan secara terintegrasi dan komprehensif, baik dalam hal struktur, jenis maupun format data untuk perencanaan pembangunan.
ternopil kazakhstan companies new york city prom limousines GetCanadianDrugs.com review Top Limburger Cheese NorthWest Pharmacy reviews